Menghadapi Korona, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat Meminta Warga Tetap Tenang

Menghadapi Korona, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat Meminta Warga Tetap Tenang
Destinasi Raja Ampat (Koleksi Raja Ampat Terkini)

Terkini.id, Raja Ampat – Rapat koordinasi pencegahan pandemi Korona digelar di auditorium kantor Bupati Raja Ampat, Senin, 16 Maret 2020.

Dengan pandemi Korona ini, warga diminta tetap tenang dan tidak panik.

Demikian pula senantiasa menjaga pola hidup bersih dengan cuci tangan secara rutin.

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah, Yusuf Salim, dihadiri pimpinan OPD, dan juga direktur rumah sakit Raja Ampat.

Langkah-langkah pencegahan sudah dilakukan, sebagaimana surat edaran sebelumnya di 2 Februari 2020.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sejauh ini tetap melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Selanjutnya, diperlukan sosialisasi berkelanjutan sehingga wabah ini dapat ditangani,” tutur Yusuf ke kontributor Raja Ampat Terkini.

Pos pengawasan di pelabuhan Waisai, sudah dicek dan ditingkatkan kapasitasnya sebagaimana yang sudah ada.

Ruang isolasi, juga disiapkan untuk mengantisipasi jika dalam pemeriksaan penumpang yang datang dan juga akan berangkat, ada yang memerlukan penanganan.

Begitu pula tambahan speedboat sebagai ambulance laut jika diperlukan sewaktu-waktu.

Ini dilakukan, sebagai penanganan wabah Korona dimana Raja Ampat menjadi destinasi wisata dengan kedatangan wisatawan mancanegara dari pelbagai asal.

Direktur Rumah Sakit Waisai, dr. Agus Heryanto, sudah mengecek kembali kesiapan rumah sakit.

“Jika sewaktu-waktu ada kondisi dimana perlu penanganan pasien, rumah sakit tetap siap menangani pasien sebagaimana prosedur yang sudah ada,” kata dr. Agus.

Sementara pegawai dan tenaga honorer menjadi bagian dalam melakukan sosialisasi penanganan wabah ini sebagai garda terdepan.

Aparatur sipil negara bekerja dari rumah sesuai dengan Surat Edaran (SE) bernomor : 440/ 091/ SETDA Tentang Tindak Lanjut Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2020 (Covid 19) di Kabupaten Raja Ampat.

Kecuali bagi ASN yang bekerja di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, tetap bekerja dengan koordinasi dengan instansi masing-masing.

Sekolah-sekolah untuk sementara dialihkan dengan pembelajaran daring. Sementara guru-guru di tengah situasi seperti ini, mengisi dengan mempersiapkan pembelajaran.

Konten Bersponsor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar